Pelatihan Online Kartu Prakerja Dikritik Isinya Materi Dasar

Sumber: money.kompas.com

Beberapa pelatihan online Kartu Prakerja mendapatkan banjir kritik. Di media sosial, banyak publik mempertanyakan berbagai kursus online yang kontennya berisi materi-materi dasar dan tak sesuai dengan harganya yang terbilang mahal.

Beberapa pelatihan online yang menuai banyak kritik antara lain pelatihan dasar Microsoft Word, instal Windows 10, hingga pelatihan Bahasa Inggris dasar untuk ojek online yang harganya Rp 1 juta.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Prakerja Denni Puspa Purbasari mengungkapkan, pihaknya hanya berupaya menyediakan sebanyak mungkin berbagai jenis skill yang bisa dipilih untuk peserta Kartu Pekerja. Menurutnya, demografi peserta Kartu Prakerja sangat beragam di seluruh Indonesia. Sehingga, kata dia, pelatihan-pelatihan yang sifatnya belajar materi dasar bisa saja sangat dibutuhkan masyarakat di pelosok-pelosok Tanah Air.

Ini Penyebabnya “Kalau saya terus terang tidak mau prejudice (prasangka) apa pun. Kita kan banyak orang dari Sabang sampai Merauke. Tahu tidak usaha paling bagus di Kepulauan Pangkajene (Sulsel)? Atau di Boven Digoel (Papua), atau Kepulauan Nias, atau Aceh Singkil,” kata Denni dalam sebuah diskusi daring seperti dikutip Senin (18/5/2020). “Kita tak tahu persis, jadi karena kita melayani masyarakat yang sangat besar se-Indonesia, kita enggak punya penilaian oh ini pelatihan ecek-ecek. Tugas kami adalah sediakan pelatihan sebanyak mungkin,” imbuh dia.

Lagi pula, lanjut Denni, dalam skema pemilihan kursus online Kartu Prakerja sepenuhnya berada di tangan peserta. Sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Denni tak menampik jika program Kartu Pekerja ini masih perlu banyak perbaikan. Seiring waktu, pelatihan-pelatihan online yang tersedia akan terus ditingkatkan. Baca juga: Pengumuman, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka 26 Mei 2020 “Kita harus berbesar hati, ini karena pelatihan dalam rangka merespon Covid-19, jadi pelatihannya disediakan yang mudah diaplikasikan buat saudara-saudara kita yang kehidupannya terdampak Covid-19,” ujar dia.

Selain itu, dia mengakui, beberapa pelatihan online berdurasi pendek. Ini disesuaikan dengan kondisi saat ini. Perbaikan akan terus dilakukan dalam penyelenggaraan pelatihan Kartu Prakerja. “Durasi pendek juga agar bisa hemat pulas. Kemudian katakan orang butuh segera uang insentif untuk kehidupannya (setelah menyelesaikan pelatihan). Karena ini bukan mode normal,” tutur Denni. “Saya enggak anggap enteng pelatihan Ms Word, Ms Excel, pelatihan cara berjualan online. Jadi enggak boleh kita terlalu arogan. Jangan baca judulnya saja, mari lihat isinya. Karena kita melayani masyarakat yang sangat besar,” kata dia lagi.  

Denni juga menjawab soal peserta program Kartu Prakerja yang mengeluhkan uang insentif belum sampai ke rekening. Padahal, mereka mengaku sudah menyelesaikan pelatihan online Kartu Prakerja. Dia mengungkapkan keterlambatan pencairan insentif Kartu Prakerja karena pihaknya masih membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan verifikasi.

“Saya perlu sampaikan ke teman-teman, kita minta maaf apabila terjadi keterlambatan dalam transfer insentif ke rekening bank maupun e-wallet,” ucap Denni. “Kita harus pastikan dulu bahwa semua transaksi teman-teman yang dilakukan di digital platorm, belanja apa saja, itu kami masih verifikasi datanta,” kata dia lagi. Menurut Denni, PMO masih melakukan pengumpulan dan verifikasi data apakah peserta sudah menyelesaikan pelatihan Kartu Prakerja dan mendapatkan sertifikatnya. “Kedua apakah teman-teman sudah berikan ulasan dan rating, kalau itu semua belum masuk ke PMO, maka PMO tidak bisa kemudian transfer uang insentif ke rekening.

Semua dilakukan dengan sistem,” jelas Denni. Baca juga: Pengusaha Kritik Kompetensi Hasil Kursus Online Kartu Prakerja Selain itu, sambung dia, program Kartu Pekerja masih berusia seumur jagung. Sehingga pihaknya juga masih perlu melakukan beberapa perbaikan pada pelaksanaannya, terutama dalam hal kesiapan IT. “Awal-awal kita masih semi manual, padahal ini kan banyak sekali yang melakukan transaksi. Kami sudah kejar, per hari ini sudah lebih dari 250.000 penerima manfaat di gelomnbang sebelumnya yang sudah terima insentif sebesar Rp 600.000 ke rekening masing-masing.

Semoga ke depan akan lebih lancar,” tutur Denni. Pihaknya juga memastikan pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 4 dibuka setelah Lebaran Idul Fitri, tepatnya mulai 26 Mei 2020. “Jadi gelombang 4 akan dibuka pada 26 (Mei), begitu setelah Lebaran langsung dibuka. Setelah Lebaran, masih kenyang makan ketupat, mainkan handphone-nya untuk daftar Kartu Prakerja,” kata dia.

Tinggalkan Balasan